• Beranda
  • Kode Pos
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
Blue Orange Green Pink Purple

Tempat Wisata Kolam ikan Cigugur Kota Kuningan


Kolam ikan Cigugur merupakan salah satu objek wisata yang memiliki keunikan tersendiri karena di kolam ini dihuni oleh ikan langka yaitu ikan kancra bodas. Ikan tersebut memiliki legenda tersendiri sehingga
masyarakat sekitar menjadikannya ikan kramat dan menamainya ikan dewa. Kolam ikan Cigugur terletak di kelurahan Cigugur kea arah barat dari Kuningan Kota dan terletak di pinggir jalan raya Cirebon-Kuningan-Ciamis.

Kolam Cigugur merupakan Kolam Keramat peninggalan Raja Sunda Galuh Pakuan Prabu Resi Guru Darmasiksa Sanghyang Wisnu yang memerintah (1175 - 1297 M). Prabu Darmasiksa berhasil membawa Kerajaan Sunda ke Puncak Keemasan dan berhasil menyatukan kembali Galuh dan Pakuan kedalam satu pemerintahan, Wilayah Kerajaan Sunda waktu itu meliputi Lampung, Banten, Jawa Barat sampai ke Sungai Cipamali atau Kali Pemali Brebes Jawa Tengah. Prabu Darmasiksa selain seorang raja juga merupakan seorang resi yang arif dan bijaksana dan berhasil melahirkan ajaran Sanghyang Siksa Kandang Karesian, Kundangeun Urang Reya (berisi ajaran budi pekerti yang luhur) yang beberapa abad kemudian dilaksanakan oleh keturunannya yaitu Sribaduga Maharaja Jaya Dewata (Prabu Siliwangi), Raja Pakuan Pajajaran.

Pada masa Prabu Darmasiksa memerintah pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Tatar Sunda berkembang pesat hal itu ditandai dengan didirikannya Mandala/ Kabuyutan (Pusat Ilmu Pengetahuan, Pengobatan, dan Kebudayaan) di hampir seluruh wilayah Kerajaan Sunda. Masing- masing Mandala dipimpin oleh seorang Wiku/ Resi sehingga sering juga disebut Desa Kawikuan. Salah satu Mandala/ Kabuyutan tersebut adalah Mandala/ Kabuyutan Cigugur Kuningan yang dipimpin oleh seorang Resi bernama Ki Gede Padara. Mandala/ Kabuyutan yang dikeramatkan (disakralkan) umumnya ditempatkan pada tempat- tempat kritis yang dilindungai diantaranya Sumber Mata Air, Gunung, Bukit, Pinggir Sungai, dan tempat- tempat kritis lainnya. Tujuan penempatannya adalah untuk melindungi tempat- tempat tersebut agar tetap terjaga kelestariannya.

Prabu Resi Guru Darmasiksa memerintah kerajaan Sunda Galuh Pakuan selama 122 tahun dimana 12 tahun pertama dilakukan di Saunggalah (Kabupaten Kuningan saat ini) dan kemudian setelah itu pindah ke Pakuan (Bogor saat ini). Salah satu Mandala yang bertahan sama persis seperti aslinya sampai sekarang adalah Kabuyutan Kanekes (Desa Kawikuan "Baduy" Banten). Beberapa Mandala/ Kabuyutan yang ada di Kabupaten Kuningan yang sekarang sudah berubah fungsi menjadi Obyek Wisata diantaranya Obyek Wisata Cigugur, Obyek Wisata Talaga Remis, Obyek Wisata Paniis, Obyek Wisata Balong Dalem, Obyek Wisata Cibeureum, Obyek Wisata Cibulan, Obyek Wisata Balong Darmaloka, dan Situs Kebon Balong Sangkanhurip. Prabu Resi Guru Darmasiksa sangat panjang umur karena beliau menganut prinsip hidup yang sangat luhung yaitu Ajaran Kasundaan. Sunda sendiri artinya putih bersih/ cemerlang, ajaran Kasundaan yang dianut oleh Prabu Darmasiksa adalah bagaimana menjaga hati dan pikiran selalu putih bersih/ cemerlang terbebas dari iri dengki dan sifat- sifat negatif yang akan membawa keburukan kepada umat manusia.

Fasilitas yang tersedia yaitu: kolam renang dewasa dan anak-anak , kios jajanan , mushola dan area parkir. Saat ini di kolam Cigugur pengunjung bisa menikmati terapi ikan yang biasa dilakukan sambil duduk santai selama 20 menit. Terapi ini dipercya dapat melancarkan peredaran darah.
Read More 0 comments | Posted by Unknown | edit post

Tempat Wisata Taman Purbakala Cipari Kota Kuningan


TAMAN Purbakala Cipari. Mendengar namanya saja, siapapun pasti langsung memiliki bayangan kalau objek wisata di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, tersebut suatu tempat temuan benda-benda purbakala.Bayangan tersebut memang tidak salah. Tetapi tidak ada salahnya kalau sesekali kita berwisata ke lokasi temuan benda-benda purbakala.

Apalagi ke Taman Purbakala Cipari. Manakala kita berada ditengah-tengah Batu Temu Gelang, sebuah tanah lapang berbentuk lingkaran dikelilingi batu sirap yang menjadi tempat upacara berhubungan dengan arwah nenek moyang dan juga berfungsi sebagai tempat musyawarah. Kita seakan terseret jauh ke jaman ratusan ribu tahun lalu.

Situs Purbakala Cipari merupakan situs peninggalan era megalitikum dari masyarakat purba yang hidup di daratan Sunda Besar, yaitu dataran yang mencakup Sumatera, Jawa, dan Kalimantan serta laut yang menghubungkan ketiganya pada sekitar 10.000 tahun yang lalu. Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1972, berupa komplek pekuburan. Situs ini terhitung cukup lengkap menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa itu, sehingga saat ini menjadi tujuan wisata purbakala yang  sangat menarik. Lokasi ini juga dilengkapi dengan museum.

Taman Purbakala Cipari berlokasi di lingkungan pemukiman warga Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat. “Sebelumnya lokasi berada ditengah-tengah perkebunan, dan untuk pertamakali ditemukan oleh Wijaya pada tahun 1971 pemilik kebun,” ujar Suma mengawali cerita Taman Purbakala Cipari. Luas Taman Purbakala Prasejarah Cipari 6.364 meter persegi. Area ini sebelumnya berupa kebun tanah milik Wijaya serta milik beberapa warga lainnya. Pada tahun 1971, Wijaya menemukan batuan andesit pipih lebar yang setelah diteliti ternyata peti kubur.

Meskipun lokasinya dekat dengan kota Kuningan dan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan, tapi untuk mencapainya pengunjung yang baru pertamakali berkunjung harus rajin bertanya kepada warga yang ditemui. “Memang masalah papan petunjuk yang kurang jelas banyak dikeluhkan wisatawan, ukuran papan petunjuk sama persis dengan ukuran nama jalan,” ujar Suma.

Dari lokasi tempat parkir yang dapat menampung lebih dari 30 lebih kendaraan roda empat, pengunjung sudah disambut dengan tumpukan batu andesit tersusun rapih memagari kawasan Taman Purbakala Cipari. Setelah melalui gerbang masuk kita akan mendapatkan menhir, yakni batu tegak kasar sebagai medium penghormatan sekaligus tempat pemujaan. Dibatasi jalan pengunjung, terdapat dua tanah lapang berbentuk lingkaran dengan dan lingkaran lonjong berdiameter enam meter dengan dibatasi susunan batu sirap, di tengah-tengahnya terdapat batu. Tempat yang bernama Batu Temu Gelang ini adalah lokasi upacara dalam hubungan dengan arwah nenek moyang serta berfungsi sebagai tempat musyawarah.

Peti kubur terbuat dari batu andesit besar berbentuk sirap masih tersusun di tempatnya semula. Mengarah ke timur laut barat daya yang menggambarkan konsep-konsep kekuasaan alam, seperti matahari dan bulan yang menjadi pedoman hidup dari lahir sampai meninggal. Diarah barat kubur batu, setelah melalui punden berundak terdapat menhir dan ada pula dolmen (batu meja) yang tersusun dari sebuah batu lebar yang ditopang beberapa batu lain sehingga berbentuk meja. Diantara batu dolmen, juga batu dakon (lumpang batu), yakni batu berlubang satu atau lebih, berfungsi sebagai tempat membuat ramuan obat-obatan. “Fungsi dolmen sebagai tempat pemujaan kepada arwah nenek moyang sekaligus tempat peletakan sesaji,” terang Suma.

Peti kubur batu yang ada situs purbakala Cipari ini memiliki kesamaan dengan fungsi peti-peti kubur batu di wilayah-wilayah lain di Indonesia. Melihat semua keunikan itu, pilihan berwisata ke Taman Purbakala Cipari ini sangat tepat. Karena apa yang didapat bukan sekedar liburan, namun juga bisa menapaki sejarah masal lalu negeri ini. Sayang, saat ini kondisinya kurang terawat. Kondisi gedung museum, sebagian ijuknya udak mulai berlubang. Demikian pula halnya dengan ruang pamer yang minim lampu penerangan.
Read More 0 comments | Posted by Unknown | edit post
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Komunitas Urang Kuningan

Translate

bekasi web design

Informasi Seputar Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia

Blog informasi berbagai tempat wisata, rumah sakit, universitas, sekolah, makanan khas, adat istiadat, peluang usaha, lowongan kerja, kuliner dan sejarah kabupaten kuningan.

Diberdayakan oleh Blogger.

Kirim SMS Gratis

Arsip Blog

  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright Informasi Seputar Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia. All rights reserved.
    Designed by FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com | Blogger Templates
    brought to you by Smashing Magazine

    Back to Top